Berita

Festival Pangan dan Kuliner Nusantara 2015

Written By:

20151207195230

Dalam rangkaian DIES UGM ke 66 diselenggarakan acara berikut:
Talk show, Lomba dan Festival Kuliner dan Pangan Nusantara, yang diselenggarakan pada
Hari/tgl: Selasa 8 Desember 2015
Waktu: Jam 08.30-16.00
Tempat: University Center (UC) UGM dan Boulevard

Adapun kegiatan ini didukung oleh PSPG/Dharma Wanita Persatuan/ FTP UGM, dengan susunan kepanitiaan sebagai berikut
Ketua Panitia : Prof. Eni Harmayani.
Wk Ketua : Prof. Umar Santoso.
Koord Lomba dan Talkshow : ibu Endah Sentot dan  Tri Lilik
Koord Festival: Ibu Nungki Atris dan ibu Amalia read more

Tumpeng : Symbolism & Life Celebration in the Traditional Javanese Rice Cone Dish

Written By:

A paper presented at AsiO Gusto International Conference Food and Spirituality Section
Namyangju City, Seoul, Korea
October 1 – 6, 2013

Presented by
Amaliah
Roemah KIBO
Yogyakarta, Indonesia

ABSTRACT

 Tumpeng, an abbreviation in the Javanese language for “tumapaking penguripan tumindak lempeng tumuju pangeran”, is a traditional Javanese ceremonial rice cone dish which inspires one to be better oriented to God, the Creator of Life. Filled with symbolic meaning, the tumpeng represents the Javanese philosophical belief that a supernatural force impacts the lives of all human beings. read more

View All ››

PEMANFAATAN UMBI-UMBIAN LOKAL DIANTARA PERSAINGAN BERAS DAN TERIGU

Written By:

Oleh: Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc.

Keaneka-ragaman pangan lokal di Indonesia adalah karunia Allah SWT yang sangat besar dan merupakan kekayaan bangsa yang patut disyukuri. Pentingnya memperhatikan masalah pangan juga tercantum dalam Al Qur’an. Allah berfirman: “Maka, hendaklah manusia memperhatikan makanannya” (QS ‘Abasa 24).  Ayat ini mengandung dimensi yang sangat luas dan dalam. Darimana sumber makanan diperoleh, bagaimana  memperolehnya, apakah makanan tersebut membawa kesejahteraan bagi yang mengusahakannya, apakah produksinya tidak membawa kerusakan lingkungan dan apakah makanan tersebut mempunyai nilai gizi, aman dan bermanfaat bagi kesehatan? read more

PANGAN POKOK: BERAS, UMBI-UMBIAN, ATAU TERIGU?

Written By:

Oleh: Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, M.Sc.

Pangan pokok mayoritas penduduk Indonesia adalah beras. Pameo lama menyebutkan ana dina ana upa, “ada hari ada butir nasi”, ini mengisyaratkan bahwa nasi memang pangan pokok yang harus diusahakan supaya selalu tersedia di setiap rumah tangga. Sebagian penduduk daerah tertentu memang menjadikan bahan lain seperti ubikayu (singkong), ubi jalar, jagung atau sagu sebagai pangan pokok, namun hal ini lebih karena lahan daerah tersebut alaminya memang sulit menghasilkan beras dan lebih mudah menghasilkan bahan-bahan pangan tersebut.  Seandainya diberikan opsi, tersedia beras melimpah dengan harga terjangkau, hampir pasti mereka akan cenderung memilih beras. Ini wajar karena sebagai pangan pokok (staple food) beras mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan umbi-umbian, jagung maupun sagu, bahkan dengan gandum yang merupakan bahan pangan impor. Keunggulan beras dibandingkan dengan bahan pangan pokok lain paling tidak meliputi nilai gizi, cita rasa, dan kemudahan pengolahannya. read more

PEMANFAATAN UMBI-UMBIAN LOKAL DIANTARA PERSAINGAN BERAS DAN TERIGU

Written By:

Oleh: Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc.

Keaneka-ragaman pangan lokal di Indonesia adalah karunia Allah SWT yang sangat besar dan merupakan kekayaan bangsa yang patut disyukuri. Pentingnya memperhatikan masalah pangan juga tercantum dalam Al Qur’an. Allah berfirman: “Maka, hendaklah manusia memperhatikan makanannya” (QS ‘Abasa 24).  Ayat ini mengandung dimensi yang sangat luas dan dalam. Darimana sumber makanan diperoleh, bagaimana  memperolehnya, apakah makanan tersebut membawa kesejahteraan bagi yang mengusahakannya, apakah produksinya tidak membawa kerusakan lingkungan dan apakah makanan tersebut mempunyai nilai gizi, aman dan bermanfaat bagi kesehatan? read more

PANGAN POKOK: BERAS, UMBI-UMBIAN, ATAU TERIGU?

Written By:

Oleh: Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, M.Sc.

Pangan pokok mayoritas penduduk Indonesia adalah beras. Pameo lama menyebutkan ana dina ana upa, “ada hari ada butir nasi”, ini mengisyaratkan bahwa nasi memang pangan pokok yang harus diusahakan supaya selalu tersedia di setiap rumah tangga. Sebagian penduduk daerah tertentu memang menjadikan bahan lain seperti ubikayu (singkong), ubi jalar, jagung atau sagu sebagai pangan pokok, namun hal ini lebih karena lahan daerah tersebut alaminya memang sulit menghasilkan beras dan lebih mudah menghasilkan bahan-bahan pangan tersebut.  Seandainya diberikan opsi, tersedia beras melimpah dengan harga terjangkau, hampir pasti mereka akan cenderung memilih beras. Ini wajar karena sebagai pangan pokok (staple food) beras mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan umbi-umbian, jagung maupun sagu, bahkan dengan gandum yang merupakan bahan pangan impor. Keunggulan beras dibandingkan dengan bahan pangan pokok lain paling tidak meliputi nilai gizi, cita rasa, dan kemudahan pengolahannya. read more

PEMANFAATAN UMBI-UMBIAN LOKAL DIANTARA PERSAINGAN BERAS DAN TERIGU

Written By:

Oleh: Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc.

Keaneka-ragaman pangan lokal di Indonesia adalah karunia Allah SWT yang sangat besar dan merupakan kekayaan bangsa yang patut disyukuri. Pentingnya memperhatikan masalah pangan juga tercantum dalam Al Qur’an. Allah berfirman: “Maka, hendaklah manusia memperhatikan makanannya” (QS ‘Abasa 24).  Ayat ini mengandung dimensi yang sangat luas dan dalam. Darimana sumber makanan diperoleh, bagaimana  memperolehnya, apakah makanan tersebut membawa kesejahteraan bagi yang mengusahakannya, apakah produksinya tidak membawa kerusakan lingkungan dan apakah makanan tersebut mempunyai nilai gizi, aman dan bermanfaat bagi kesehatan? read more

PANGAN POKOK: BERAS, UMBI-UMBIAN, ATAU TERIGU?

Written By:

Oleh: Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, M.Sc.

Pangan pokok mayoritas penduduk Indonesia adalah beras. Pameo lama menyebutkan ana dina ana upa, “ada hari ada butir nasi”, ini mengisyaratkan bahwa nasi memang pangan pokok yang harus diusahakan supaya selalu tersedia di setiap rumah tangga. Sebagian penduduk daerah tertentu memang menjadikan bahan lain seperti ubikayu (singkong), ubi jalar, jagung atau sagu sebagai pangan pokok, namun hal ini lebih karena lahan daerah tersebut alaminya memang sulit menghasilkan beras dan lebih mudah menghasilkan bahan-bahan pangan tersebut.  Seandainya diberikan opsi, tersedia beras melimpah dengan harga terjangkau, hampir pasti mereka akan cenderung memilih beras. Ini wajar karena sebagai pangan pokok (staple food) beras mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan umbi-umbian, jagung maupun sagu, bahkan dengan gandum yang merupakan bahan pangan impor. Keunggulan beras dibandingkan dengan bahan pangan pokok lain paling tidak meliputi nilai gizi, cita rasa, dan kemudahan pengolahannya. read more